Faktamaluku.id, NASIONAL – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini terkait situasi kebencanaan di tanah air pada pekan ketiga Januari. Berdasarkan data yang dihimpun sejak Kamis (22/1) hingga Jumat (23/1) pukul 07.00 WIB, tercatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi melanda beberapa wilayah Indonesia.
Laporan tersebut mencatat rentetan peristiwa banjir dan cuaca ekstrem yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Banten, hingga Jawa Tengah. Dampak yang ditimbulkan mulai dari kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga adanya korban jiwa.
Banjir Bandang di NTB
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kejadian bencana banjir bandang menerjang Kabupaten Sumbawa akibat hujan intensitas tinggi sejak pertengahan Januari. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Plampang, Empang, Tarano, dan Buer.
Data BNPB mencatat sebanyak 162 unit rumah rusak dan satu fasilitas pendidikan terdampak. Saat ini, air dilaporkan mulai surut dan tim gabungan bersama warga tengah melakukan pembersihan material sisa banjir.
Masih di NTB, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bima pada Kamis (22/1) pagi yang merendam 54 rumah di Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora. Sementara di Kabupaten Lombok Barat, luapan sungai akibat hujan deras merendam 67 rumah di Dusun Presak, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar.
Banten Tetapkan Tanggap Darurat
Sementara itu di Pulau Jawa, banjir di Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (19/1) mengakibatkan dampak serius. Banjir yang melanda Desa Kosambi dan Desa Cikande ini menyebabkan 239 rumah terdampak. Dilaporkan terdapat dua orang meninggal dunia dan satu orang luka ringan.
Merespons hal tersebut, Gubernur Banten telah menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari, terhitung mulai 19 Desember 2025 hingga 19 Maret 2026.
Selain kabupaten, Kota Tangerang juga tak luput dari genangan. Hujan durasi lama menyebabkan banjir di delapan kecamatan, yakni Benda, Cibodas, Jatiuwung, Priuk, Karang Tengah, Pinang, Larangan, dan Cipondoh. Sedikitnya 21 jiwa mengungsi di Pos Damkar Benda, sementara debit air sungai dilaporkan masih mengalami kenaikan per Kamis (22/1).
Cuaca Ekstrem di Boyolali
Selain banjir, kejadian bencana berupa cuaca ekstrem melanda Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (20/1). Peristiwa ini berdampak pada Kecamatan Teras dan Mojosongo, mengakibatkan dua unit rumah rusak sedang dan delapan rumah rusak ringan. BPBD setempat telah melakukan penanganan darurat termasuk pembersihan pohon tumbang.
Menyikapi rentetan bencana ini, BNPB meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bahaya hidrometeorologi basah.
“Kesiapsiagaan ini diperlukan para warga untuk menyikapi tidak hanya ancaman potensi risiko bahaya hidrometeorologi basah. Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta selalu memantau ketinggian air secara berkala,” bunyi imbauan resmi dalam laporan BNPB.
BNPB juga menekankan pentingnya evakuasi mandiri jika kondisi cuaca memburuk.
“Jika terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi,” tambah keterangan tersebut.













