Faktamaluku.id, NASIONAL – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pelaksanaan uji jalan B50 atau road test bahan bakar nabati campuran kelapa sawit 50 persen untuk sektor otomotif akan selesai pada Mei 2026. Tahapan ini merupakan langkah krusial sebelum pemerintah resmi memberlakukan kebijakan penggunaan Biodiesel 50 (B50) secara massal yang dijadwalkan pada pertengahan tahun ini.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa setelah tahapan uji jalan di jalan raya rampung, proses pengujian akan langsung dilanjutkan dengan tahap inspeksi dan pengecekan kondisi mesin kendaraan secara menyeluruh.
“Jadi, kami akan selesai (uji jalan) nanti di Mei. Mei semua yang otomotif, ya,” ujar Eniya saat memberikan keterangan pers di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat, Selasa.
Eniya memaparkan bahwa proses uji jalan B50 ini telah berlangsung sejak 9 Desember 2025 dengan melibatkan sembilan armada otomotif. Armada tersebut terdiri atas empat unit kendaraan penumpang kelas di bawah 3,5 ton yang mewakili empat agen tunggal pemegang merek (ATPM). Selain itu, terdapat lima unit kendaraan niaga berat berkapasitas di atas 3,5 ton, seperti truk bermuatan besar dan armada bus dari empat ATPM yang berbeda.
“Dan kali ini, pabrikannya bukan hanya (kendaraan) pabrikan Jepang. Pabrikan Eropa juga ikut (uji jalan). Bus sama truk besarnya (pabrikan Eropa),” ujar Eniya.
Menurut laporan di lapangan, tiga unit armada niaga berat berupa truk dan bus telah berhasil merampungkan target jarak tempuh pengujian sejauh 40 ribu kilometer. Sementara untuk unit kendaraan penumpang, target jarak tempuh masih terus berjalan dan dipatok lebih jauh hingga mencapai angka 50 ribu kilometer.
“Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada tugas untuk mengecek semua engine (mesin),” kata Eniya menjelaskan prosedur teknis pengujian.
Rangkaian uji jalan B50 beserta proses turun mesin (engine teardown) untuk sektor otomotif ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada bulan Juni 2026. Uji komprehensif ini tidak terbatas pada kendaraan jalan raya, melainkan juga diberlakukan pada sektor pendukung lainnya seperti alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, kereta api, angkutan laut, dan pembangkit listrik dengan target penyelesaian secara bertahap hingga akhir 2026.
Hasil pengujian laboratorium sementara menunjukkan bahwa kualitas campuran bahan bakar telah memenuhi spesifikasi tinggi. “Tadi uji kandungan air sudah keluar, angkanya 208,81 ppm. Itu berarti di bawah 300 ppm (kadar air maksimal). Jadi, lebih bagus. Karena (kadar air) lebih rendah, lebih bagus,” kata Eniya.
Kebijakan implementasi B50 merupakan rencana strategis yang sebelumnya didorong langsung oleh Presiden Prabowo Subianto guna mengamankan Indonesia dari ketidakpastian pasokan energi global. Menyambung arahan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa B50 akan resmi berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan substitusi energi ini dinilai mampu mengurangi penggunaan BBM fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun sekaligus menghemat beban subsidi negara sebesar Rp48 triliun.













