Faktamaluku.id, NASIONAL – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menemukan potensi 13 sumur migas baru di Samboja, tepatnya di kawasan transmigrasi Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Temuan ladang energi baru ini diperkirakan memiliki cadangan minyak cair mencapai 0,96 juta barel atau nyaris menyentuh angka 1 juta barel. Penemuan besar ini diumumkan secara langsung di Jakarta pada Senin.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa selain penemuan cadangan minyak cair, belasan sumur baru tersebut juga menyimpan potensi gas bumi yang sangat melimpah untuk dikelola.
“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik, untuk minyaknya 1 juta barel,” ujar Djoko Siswanto dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin.
Djoko Siswanto menyampaikan bahwa belasan sumur minyak dan gas bumi temuan terbaru tersebut nantinya akan segera dieksplorasi dan dibor secara langsung oleh pihak PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Berdasarkan pemaparan teknis, salah satu dari 13 ladang tersebut merupakan sumur pengembangan yang menggunakan kode MUT-346 OS HZ. Sumur ini memiliki target laju produksi sebesar 7,3 juta kaki kubik gas per hari. Adapun proyeksi total cadangan gas yang berada di dalam sumur tunggal tersebut ditaksir mencapai sebesar 3,6 miliar kaki kubik gas. Sebagai acuan ukuran konversi energi, 1 juta kaki kubik gas setara dengan 1.000 MMBTU.
Jika dihitung menggunakan asumsi harga gas dunia di kisaran 7,7 dolar AS per MMBTU untuk periode tahun 2026 hingga 2031 dan memakai kurs nilai tukar dolar terhadap rupiah sebesar Rp17.000, maka diperkirakan nilai cadangan pada sumur tersebut setara dengan Rp471 miliar. Dari kalkulasi ekonomi itu, pendapatan kotor dari proyek pengembangan sumur diperkirakan berkisar Rp355 miliar. Sementara itu, kisaran pendapatan bagian pemerintah diproyeksikan berada di angka Rp87 miliar setelah dipotong beban pajak operasional.
Rencana operasi tahap pengeboran sumur migas baru di Samboja ini dipastikan akan segera berjalan dalam waktu dekat guna mempercepat pencapaian target produksi energi nasional.
“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko Siswanto.
Ia juga memaparkan bahwa di luar dari 13 ladang baru yang akan digarap tersebut, saat ini pihak PHSS telah secara aktif mengelola sebanyak 79 sumur produksi yang berlokasi persis di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja. Atas kelancaran operasi di area tersebut, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan penuh Kementerian Transmigrasi dalam mengizinkan pemanfaatan lahan untuk kegiatan eksplorasi produksi migas di Tanah Air.
“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mencari minyak di luar pun tidak mudah, kalaupun ada juga harganya mahal. Ini sangat strategis,” kata Djoko Siswanto.













